Super Apps dan Bank Raksasa Bersaing Untuk Layanan Internasional


Berita Gamer Indonesia.CO.ID – JAKARTA

Banking institutions continue to expand their cross-border services through the utilization of digital applications or super apps.

Sebagai contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyediakan layanan bernama Poket Valas di aplikasi myBCA-nya, yang membolehkan para pemakai untuk melakukan pembelian serta transaksi dengan menggunakan beberapa jenis mata uang luar negeri.

EVP Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial BCA, Hera F. Haryn, menyebutkan bahwa layanan ini memfasilitasi transaksi dengan menggunakan 17 jenis mata uang asing berbeda termasuk dolar AS (USD), dolar Singapura (SGD), yuan Cina (CNY), euro (EUR), dolar Australia (AUD), yen Jepun (JPY), pound sterling Britania Raya (GBP), dolar Hong Kong (HKD), ringgit Malaysia (MYR), baht Thailand (THB), franc Swiss (CHF), dolar Kanada (CAD), krone Denmark (DKK), dolar New Zealand (NZD), riyal Arab Saudi (SAR) serta krona Sweden (SEK).

“Fitur tersebut bisa dipakai di banyak negara global yang mendukung jaringan Mastercard, Visa, JCB, UnionPay, serta American Express,” terang Hera saat berbicara dengan Berita Gamer Indonesia, Rabu (30/4).

Di samping itu, BCA pun menerapkan layanan kode QR Indonesia Standar (QRIS) antarnegara yang dapat ditemukan dalam aplikasi myBCA serta BCA Mobile.

Hera menegaskan bahwa tindakan tersebut konsisten dengan upaya Bank Indonesia untuk menerapkan sistem pembayaran berbasis kode QR internasional sepenuhnya. Beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura telah memberi dukungan terhadap layanan ini.

BCA juga menawarkan kartu kredit bertanda_Mastercard, Visa, JCB, UnionPay, dan American Express yang bisa dipakai untuk transaksi serta ambil uang di banyak negara.

“BCA menjamin keselamatannya dengan mengimplementasikan lapisan strategi dan standar bersama dengan langkah-langkah pengurangan risiko yang dibutuhkan guna melindungi data dan transaksi antarnegara milik para pelanggannya,” jelas Hera.

Dia menyatakan bahwa di masa mendatang, BCA akan terus menciptakan inovasi dalam pelayanan internasional yang sesuai dengan permintaan pelanggan, sambil tetap memprioritaskan kenyamanan transaksi serta melindungi keamanan dan privasi data.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 1 Mei 2025, jumlah transaksi yang dilakukan melalui BCA Mobile dan myBCA di kuarter pertama 2025 tercatat sebesar 8,7 miliar kali transaksi, naik 22% dibandingkan dengan angka 7,2 miliar transaksi pada periode serupa tahun sebelumnya. Sedangkan nilai total transaksinya bertambah 14%, yaitu dari Rp6,58 triliun menjadi Rp7,50 triliun.

Pada saat yang sama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan menggunakan platform Livin’ by Mandiri menawarkan fasilitas Transfer Valas. Fasilitas ini membolehkan pengguna mengirim dana secara internasional dalam 18 jenis mata uang asing. Selain dukungan jaringan SWIFT, fitur ini pun memberikan kemungkinan untuk melakukan transaksi di luar jaringan tersebut, sehingga prosesnya menjadi lebih ekonomis dan terjangkau bagi para nasabah.

Kepala Kantor Cabang Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyatakan bahwa beberapa mata uang yang didukung diantaranya adalah dolar AS, pound sterling dari Britania Raya, euro, dolar Singapura, dolar Australia, dolar Kanada, dolar Hong Kong, rupiah India (INR), bath Thailand, yuan Cina, yen Jepun, dirham United Arab Emirates, franc Switzerland, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, peso Filipina (PHP), dong Viet Nam (VND), serta dolar New Zealand.

“Transaksi bisa dijalankan langsung lewat aplikasi Livin’ sepanjang waktu 24 jam, dengan perkiraan dana akan ditransfer secara instan serta tarif yang terbilang rendah, menjamin kinerja optimal dan ketepatan pada tiap proses transfer,” jelas Ossy, panggilannya.

Livin’ dari Mandiri juga menawarkan fitur Tabungan Multicurrency yang mensupport sampai 14 jenis mata uang asing. Semua aktivitas seperti pengaturan akun, pengecekan saldo, riwayat transaksi, serta transfer antara valuta asing dan rupiah dapat dilakukan melalui sebuah aplikasi saja. Keamanannya pun terjamin dengan adanya sistem autentikasi menggunakan token.

Bank Mandiri pun telah meluncurkan layanan QRIS Cross Border yang tersedia di Thailand, Malaysia, dan Singapura, bersama dengan fasilitas Tap to Pay untuk transaksi tanpa sentuhan.

Di kuartal pertama tahun 2025, jumlah pengguna Livin’ oleh Mandiri telah meningkat ke angka 30,7 juta. Frekuensi transaksinya pun melonjak hingga 1,1 miliar kali dan menunjukkan peningkatan sebesar 30% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, nilai total transaksi juga mengalami kenaikan sebesar 16%, yaitu mencapai Rp1.070 triliun.

Pada saat bersamaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menawarkan jasa pengiriman uang lewat aplikasi BRImo. Berdasarkan data di laman web official BRI, beberapa jenis mata uang yang bisa ditransfer mencakup USD, CNY, SGD, JPY, THB, HKD, AUD, EUR, dan juga GBP, selain itu ada pula berbagai macam mata uang lainnya.

Berdasarkan laporan performa triwulan pertama tahun 2025, jumlah pengguna BRImo telah mencapai angka 40,3 juta, naik 20,3% secara year-on-year dibandingkan dengan 33,5 juta pengguna di periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah nilai transaksinya juga mengalami peningkatan 26,15% secara year-on-year menjadi Rp1.578 triliun dari semula Rp1.251 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *