Inisiatif Berikanesia Lestari: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Biru di Belitung


Berita Gamer Indonesia

, JAKARTA –
GoTo
Foundation Impact (GIF), sebuah organizasi nonprofit yang dibentuk oleh Grup GoTo, berkolaborasi dengan stakeholders serta komunitas lokal, memperkenalkan inisiatif “Berikanesia Lestari” guna meningkatkan perekonomian biru di Pulau Belitung.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi sampah ikan, menyediakan pakan yang terjangkau, serta meningkatkan Pendapatan masyarakat sebesar hingga 25 persen.

Ketua GoTo Impact Foundation, Monica Oudang mengatakan bahwa program Berikanesia Lestari adalah hasil kerja sama antara tiga organisasi yang berbeda, yakni Ikanesia, Berikan Protein, serta Selaras Muba Lestari.

“Sejak empat tahun terakhir, dengan memandu 138 orang pemberani perubah di enam daerah di Indonesia, kami telah mengetahui bahwa inisiatif dari masyarakat lokal, apabila didukung melintasi sektor-sektor — menyediakan waktu, kemahiran, serta sumber daya — akan menghasilkan transformasi signifikan dan berpengaruh secara luas,” katanya dalam siaran pers pada hari Rabu (30/4/2025).

Proyek Berikanesia Lestari berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan serta tiga desa di Pulau Belitung yakni Air Seruk, Tanjung Binga, dan Tanjung Pandan dalam upaya menangani permasalahan setempat dan mendukung pencarian jawaban yang bertujuan jangka panjang bagi wilayah mereka sendiri.

Desa Air Seruk, dengan sumber daya alamnya yang melimpah di bidang pertanian dan perikanan, sayangnya menghadapi tingkat stunting hingga 18,37% pada populasi setempat, menjadikannya salah satu desa dengan angka tertinggi di Kecamatan Sijuk. Angka ini cukup memprihatinkan karena masih jauh dari target nasional untuk menekan prevalensi stunting menjadi 14%.

Sebaliknya, di Kecamatan Tanjung Pandan serta desa Tanjung Binga, tempat sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan, tetap mengalami kesulitan dalam menangani sampah dari pasaran ikan.

Apabila tidak diatasi secara tepat, situasi ini bisa menghancurkan ekosistem laut serta menyebabkan peningkatan harga ikan dalam waktu yang lama.

Farhan Yusron dari Perwakilan Konsorsium Berkelanjutan Karinesia menyebutkan bahwa diperlukan taktik khusus agar bisa mendatangkan dampak berantai dalam sektor keamanan pangan, lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat pada ketiga daerah tersebut.

Dimulai dengan pengelolaan limbah ikan menjadi pakan yang terjangkau, program ini mencakup revitalisasi kolam untuk budidaya ikan air tawar bernutrisi, peningkatan UMKM, serta pendidikan gizi, dukungan, dan pemantauan anak.

“Harapannya, dari 123 orang warga yang mengikuti pelatihan ini dapat menambah penghasilan mereka antara 15-25% lebih tinggi dibanding upah minimum daerah dan juga akan berkontribusi pada perbaikan kesehatan anak usia dini sampai dengan 30%,” ungkapnya.

Berikanesia Lestari juga akan ditopang oleh kolaborasi dengan kelompok nelayan dan petani tambak dalam mengolah limbah ikan. Program ini menargetkan produksi 40.000 kg pakan ikan dengan harga jual 53% lebih murah dari harga pasar.

Agar bisa melakukan pembudidayaan ikan air tawar yang berkualitas tinggi di area tersebut, PT Berikanesia Lestari bakal bekerja sama dengan pihak lokal guna menjamin bahwa standar keselamatan dari lokasi bekas galian sudah sesuai dan terjaga.

Wakil Bupati Belitung yang mewakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Yasa menyampaikan apresiasinya terhadap ide tersebut karena sesuai dengan konsep ekonomi biru dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

“Ekonomi Biru menjadi prioritas utama di Kepulauan Bangka Belitung karena bisa mengembangkan ekonomi sambil menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial. Untuk mencapainya, kerjasama antar berbagai sektor baik dari level nasional, lokal, perusahaan swasta, maupun komunitas sangat diperlukan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *