Berita Gamer Indonesia
, JAKARTA – Grup WIR (PT WIR ASIA Tbk, IDX: WIRG), lewat salah satu entitasnya yaitu Nusameta, menyatakan peningkatan dalam proyek mereka terbaru.
Manasik Haji Virtual
.
Inilah sebuah pendekatan pendidikan yang menggunakan teknologi guna mengenalkan serta meningkatkan pengetahuan tentang ibadah haji bagi semua lapisan masyarakat melalui percobaan di lingkungan sekolah sebagai langkah pertama.
Dengan bantuan Manara Studios, Nusameta membawa pendekatan baru terhadap pelaksanaan ibadah haji yang lebih interaktif, fleksibel, serta bisa dijangkau setiap saat menggunakan platform pembelajaran daring yang didukung oleh elemen permainan atau gamifikasi.
Dengan lebih dari sepuluh tahun pengalaman di bidang inovasi yang didukung oleh teknologi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Artificial Intelligence (AI), serta blockchain, WIR Group terus berkembangan sebagai perusahaan inovatif.
Nusameta
bersumpah untuk menyajikan pemecahan masalah pendidikan yang sesuai dengan kemajuan jaman.
“Manasik Haji Virtual dirancang sebagai solusi pendidikan agama menggunakan teknologi, bertujuan mengoptimalkan pengetahuan peserta lewat simulasi digital yang realistis,” ungkap Chief Executive Officer Nusameta, Budianto pada pernyataannya, Kamis (1/5/2025).
Dia menyatakan bahwa proyek tersebut kini tengah memasuki fase pengujian di sejumlah sekolah guna mengumpulkan umpan balik yang bermanfaat dari seluruh pihak yang terlibat.
Sebelumnya, Nusameta sudah mengadakan pertemuan formal dengan Kementerian Agama Republik Indonesia guna melaporkan perkembangan dalam pengembangan platform Manasik Haji Virtual tersebut.
Kementerian Agama sangat mengapresiasi ide tersebut dan mensupport gerakan Nusameta untuk meningkatkan teknik pengajaran agama dengan menggunakan cara yang lebih digital.
Kami yakin bahwa Manasik Haji Virtual dapat menjadi jawaban modern dalam bidang pendidikan yang akan membantu para pelajar untuk mengerti lebih jauh tentang arti serta prosedurnya saat melakukan ibadah haji. Dengan menggunakan platform bergerak atau mobile-based, kita harapkan proyek ini mampu mencakup sejumlah besar institusi pendidikan di semua wilayah Indonesia,” ungkap Budianto.
Menurut studi yang dilakukan oleh EdTech Review, penerapan teknologi interaktif di bidang pendidikan dapat mengerek partisipasi pelajar sampai 67%, serta mendorong peningkatan pemahaman tentang konsep-konsep penting sebesar 76%.
Berdasarkan hal itu, Manasik Haji Virtual dibuat bukan sekadar sebagai sarana pembelajaran, melainkan juga sebagai medium untuk mengokohkan pengalaman rohani para pemuda.
Pada tahun 2025, Nusameta bertujuan untuk meluncurkan Manasik Haji Virtual.
“Kami mendorong sekolah-sekolah, institusi pendidikan, serta komunitas Muslim agar segera menyisipkan Manasik Haji Virtual ke dalam program studi mereka guna meningkatkan teknik pengajaran agama pada zaman digital ini,” jelasnya.
(esy/jpnn)






