Pasca Penggabungan, XLSmart Kumpulkan Jaringan BTS dan Pindahkan Yang Dekat Sesama


Berita Gamer Indonesia

Perusahaan telekomunikasi yang telah menyelesaikan proses penggabungan, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, kini sedang dalam tahap pembersihan dan penataan. Salah satunya meliputi perombakan sistem jaringan Base Transceiver Station (BTS). Rencananya, mereka akan memindahkan posisi beberapa BTS yang sekarang masih saling berdekatan.

CEO XLSMART Rajeev Sethi mengungkapkan bahwa akuisisi perusahaan ini adalah bagian dari proses transformatif untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. Melalui penyatuan sumber daya, bisnis dapat memperbaiki mutu barang dan jasanya. Sebagai contoh, hal itu akan mendorong peningkatan kecepatan transfer data.

“Prioritas utama kita adalah pelanggan. Kita akan berusaha untuk memastikan bahwa layanan kita kelak dapat menjadi yang terbaik,” ungkapnya ketika sedang meluncurkan produk atau layanan baru ini.
brand
perusahaan baru ke awak media Jawa Timur di Surabaya, Rabu (30/4).

Selama proses itu, ia menyebutkan bahwa ada tiga
brand
Yang telah tersebar di kalangan masyarakat tetap akan dipertahankan. Akan tetapi, proses yang ada di belakang panggung akan dirombak untuk menciptakan kinerja yang lebih efisien bagi organisasi mereka.

Satu yang lainnya, kata dia lagi, adalah peta BTS di Nusantara. Ketika XL Axiata dan Smartfren Telecom masih bersaing, banyak BTS dibangun secara bersamaan.

Di sejumlah area, barang tersebut mungkin tidak akan berguna. Oleh karena itu, ia berniat memindahkan salah satu dari dua BTS yang berdekatan tersebut.

“BTS kami yang
overlapping
Mencapai antara 20 hingga 30 persen dari jumlah keseluruhan penduduk kita. Selanjutnya, BTS tersebutlah yang akan dipasang di area-area terbaru,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Chief Commercial Officer XLSMART David Arcelus Oses menyampaikan bahwa langkah mereka dalam menjaga ketiganya sebagai brand terpisah adalah benar. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa setiap merk memiliki segmen pasarnya sendiri-sendiri.

Misalkan Axis, yang lebih sesuai untuk kalangan konsumen muda. Dengan begitu, otomatis,
brand
yang lebih berfokus pada pemberian paket data yang terjangkau.

Sedangkan, merek Smartfren sendiri bakal mengincar konsumen massal yang ingin kuota non-stop. “Di atas itu, ada XL yang benar-benar mengincar konsumen big data quota. Biasanya, konsumen tersebut mengalokasikan datanya untuk keluarga,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, pesaing Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), menyampaikan kepuasan mereka atas performanya di kuarter pertama tahun ini. CEO dari Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menjelaskan bahwa pendapatan perusahaannya menurun sebanyak 3,5% hingga mencapai angka Rp 13.577,9 miliar.

Meskipun demikian, EBITDA meningkat sebanyak 0,6 persen hingga mencapai Rp 6,41 triliun. Dia menambahkan, “Hal ini merupakan pencapaian positif melihat berbagai kendala yang telah kita hadapi.”

Di kuarter pertama, terlihat peningkatan ARPU yang positif. ARPU Indosat dinyatakan meraih angka mendekati Rp 40 ribu (yaitu Rp 39,2 ribu), naik sekitar 4,6 persen.
Year-on-Year.
Sementara itu, jumlah pelanggan seluler meningkat sebesar 700 ribu dibandingkan dengan kuarter sebelumnya. Akibatnya, total pelanggan menjadi 95,4 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *