Kompas merupakan alat yang telah digunakan selama ribuan tahun untuk mendukung navigasi. Bisa dijelaskan apa pengertian dari kompas serta jenis-jenisnya?
Dulu
kompas
Diciptakan sungguh sederhana. Seseorang bisa membuat kompas hanya dengan menggunakan sebuah jarimagnetik yang dipasangkan pada sebidang kayu ataupun busa. Benda itu kemudian ditaruh di permukaan air dan biarkan ia mengapung; otomatis bagian ujungnya akan menuju ke arah utara secara alami.
Kini kompas telah berkembangan dengan pesat. Perangkat itu bukan hanya terbatas pada bentuk kompas analog saja. Sudah ada pula versi elektronik atau digitalnya.
digital
Dan dapat diakses langsung melalui perangkat mobile.
Bahan terbaik untuk menghasilkan jarum kompas adalah besi atau zat feromagnetik lainnya yang telah diberikan medan magnet. Ketika menggunakan baja, karakteristik magnetnya relatif tetap dan kuat, sehingga jarum dapat menyimpulkanarah utara magnetik Bumi dengan presisi.
Ada delapan kompas arah mata angin. Secara berurutan searah dengan pergerakan jarum jam, mereka mencakup utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, baratdaya, barat, dan baratlaut.
Penggunaan kompas pada
pelayaran
Di tengah lautan sangatlah krusial. Pelaut dapat mengontrol kapal dengan lebih efektif dan selamat tanpa perlu memakai rambu-rambu bintang pada malam hari sebagai acuan.
Kompas juga merupakan perlengkapan penting saat berpetualang di hutan atau alam terbuka. Perangkat ini bisa membantu jalannya petualangan tetap sesuai dengan rute yang telah ditentukan.
peta
.
Pengertian tentang kompas pun diperkenalkan kepada siswa di sekolah. Salah satunya disajikan dalam bentuk materi kompas Pramuka yang menjadi sebagian dari aktivitas ekstrakurikuler.
Ternyata, bangsa Cina dikabarkan sudah menciptakan kompas navigasi tersebut sejak abad ke-11 hingga 12, yang kemudian diikuti oleh Eropa Barat diakhir abad itu juga. Namun, ketika pertama kali digunakan, peranti ini baru difungsikan sebagai alat navigasi alternatif jika matahari, bintang-bintang, atau petunjuk arah lain tak bisa diamati.
Menginjak abad ke-15, para eksplorator memulai pemahaman bahwa orientasi utara yang disediakan oleh kompas berbeda dari posisi utara geografis Bumi sesungguhnya. Kemudian teridentifikasi adanya tiga variasi arah utara yaitu: utara asli (true north), utara magnetik (magnetic north), serta utara grid (grid north). Biasanya, orang menggunakan arah utara magnetik sebagai referensi ketika mengoperasikan sebuah kompas.
Bagian-Bagian Kompas
Berdasarkan catatan Ir. Muhammad Yamin, MT dalam e-modul Pemetaan Lahan Pertanian tahun 2016, sebuah kompas memiliki empat bagian utama yaitu jarum kompas, piringan pengamatan sudut, skala sudut serta rumah kompas. Penjabaran mengenai peranan tiap elemen kompas adalah sebagai berikut:
1. Penunjuk arah pada kompas atau batang magnet tersebut
Bagian krusial dalam sebuah kompas adalah jarumnya. Jarum magnet pada alat ini bertugas mengarahkan keutara dan selatan magnetik Bumi. Agar jarum tak mudah karatan, dapat dilapisi dengan minyak jernih sebagai pelumas anti-statis. Beberapa jenis jarum juga dicat dengan zat fosfor supaya lebih mudah terlihat di kondisi gelap atau waktu malam.
2. Piringan sudut derajat
Dalam sebuah kompas, terdapat suatu lingkaran yang berisi beberapa garis untuk mengukur sudut. Garis-garis tersebut menunjukkan nilai-nilai pada skala derajat. Nilai-nila itu dihitung dan ditampilkan menggunakan unit derajat. Sistem membacanya dilakukan secara memutar sesuai arah putar jarum jam mulai dari posisi utara magnetik hingga akhirnya kembali ke titik asal yaitu utama magnetik.
3. Skala piringan derajat
Beberapa skala pada piringan kompas tersedia. Skala derajat internasional atau standardnya mirip dengan pembagian sudut sebuah lingkaran, yaitu 360 derajat.
4. Rumah kompas
Tempat di mana peralatan kompas disimpan dikenal sebagai rumah kompas. Fungsinya adalah untuk melapisi serta memberikan perlindungan kepada bagian-bagian penting dari sebuah kompas seperti jarumnya dan lingkarannya yang bertanda skala.
Seperti halnya jarum pada sebuah kompas, rumah kompas juga memerlukan pelumas berupa minyak jernih untuk mencegah korosi. Minyak jernih ini dapat melindungi kompas sehingga masih bisa beroperasi dengan optimal meskipun dalam kondisi temperatur yang ekstrem, serta membantu menjaga agar jarum kompas bergerak lebih lancar dan stabil.
Cara Menggunakan Kompas
Untuk melaksanakan pengukuran sudut dengan kompas, sebaiknya alat tersebut ditempatkan dalam posisi horisontal atau rata. Tujuan dari hal ini adalah supaya jarum magnet yang digunakan sebagai penanda bisa bergerak secara leluasa dan mendatar guna menunjukkan arah utara-selatan medan magnet Bumi. Metode ini pun mampu memperbaiki ketepatan kompas.
Berdasarkan ringkasan, penggunaan kompas dengan tepat dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut:
- Buka tutup kompas jika itu adalah jenis kompas yang memiliki penutup;
- Pisahkan kcompass dari hambatan yang ada di lingkungan sekelilingnya, terlebih lagi objek yang memiliki medan magnet.
- Genggam atau tempatkan kompas dalam keadaan horizontal;
- Aim at the target using the aiming notch;
- Pembidikan dan titik sasaran harus sejajar dalam satu baris lurus;
- Perhatikan dan bacalah besar sudut yang diamati menggunakan nilai-nilai derajat pada alat pengarah (kompas bidik).
Fungsi Kompas
Kompas sudah memudahkan banyak orang dalam menemukan arah dengan akurat. Selain itu, terdapat beberapa kegunaan tambahan dari kompas yang menjadikannya sangat handal, yakni:
Berikutnya, menurut informasi di halaman Adventure, ada dua tipe utama kompas yang biasa digunakan, yaitu kompas magnetik dan kompas non-magnetik.
Kompas magnetik ini mencakup berbagai jenis seperti kompas plat dasar atau yang dikenal juga sebagai kompas Silva, kompas orientasi, kompas prismatik, kompas ibu jari (thumb compass), serta kompas dengan teknologi padatan (solid state compass).
Berikut beberapa jenis kompas non-magnetis seperti GPS (Global Positioning System), kompas gyro (gyrocompass), serta kompas astro (astrocompass).
Berdasarkan namanya, terdapat beberapa tipe kompas yang dirancang khusus untuk beragam kebutuhan navigasi, termasuk eksplorasi di zaman dahulu. Di bawah ini adalah variasi-variasi jenis kompas serta tujuan penggunaannya masing-masing.
1. Kompas bidik atau kompas dengan prismanya
Kompas dengan fitur bidikan atau prisma dirancang untuk membantu dalam pengukuran sudut tepat pada objek target secara langsung. Alat ini dibuat menggunakan material logam yang membuatnya lebih berat.
Kompas tersebut cukup sederhana dalam penggunaan dan penyetelannya. Sudut pandangan pada kompas tipe ini dapat dengan jelas dilihat melalui prisma, yang mana hal itu memudahkan pembacaan sudut azimut secara langsung.
2. Kompas Silva atau kompas penunjuk arah
Kompas Silva alias orientasi bidang berguna untuk navigasi di luar ruangan. Tambahan lagi, alat ini bisa dipakai sebagai alternatif dari busur derajat dalam menentukan nilai sudut pada peta.
Pada alat bantu arah Silva, terdapat petunjuk anak panah penyetel, soket (untuk peta berskala 1:50.000 dan 1:25.000), pembaris, kaca pembesaran, bidik optik, serta cermin yang bisa dipakai untuk melancarkan proses membaca dan mengbidik.
Akan tetapi, kompas Silva memiliki beberapa keterbatasan. Agar posisi kompas ini bisa sejajar dengan permukaan tanpa gangguan, diperlukan penyangga tambahan. Selain itu, saat menggunakannya untuk menentukan arah, besarnya sudut pada kompas tersebut tidak langsung terlihat dan perlu dihitung lebih lanjut.
3. Kompas standar
Kompass standar adalah kompash dasar dengan fokus utama hanya untuk menunjukkan arah angin. Ukurannya lebih kecil daripada kedua tipe kompas lainnya yang disebutkan sebelumnya.
Walau memiliki ukuran lebih kecil, kompas ini tetap disertai lensa biconcave gunanya agar mudah dibaca serta kaitannya bisa dipakai untuk mengatur letak kompas secara horizontal.
Kompass standar termasuk dalam kategori yang ringan dan simpel, oleh karena itu memudahkan untuk di bawa atau digunakannya. Tambahan pula, biaya dari komp compass tersebut cukup terjangkau.
Di samping segudang manfaatnya, kibas konvensional punya beberapa kelemahan. Cakram pada alat tersebut sangat sensitif dan bisa bergeser dengan cepat. Ini membuat sulit untuk menentukan nilai sudut secara tepat ketika digunakan di luar ruangan. Lebih buruk lagi, mengukur sudut dalam kibas biasa sering kali tidak cukup presisi dan lebih didasarkan pada tebakan semata.
4. Kompas Peary (Kompas Peary)
Diperkirakan Robert Peary adalah orang pertama yang memakai kompas tersebut untuk sampai ke Kutub Utara. Biasanya, kompas akan mengarahkan kepada utara geografis yang tepat terletak di Kutub Utara.
Akan tetapi, pada kompas milik Peary justru menunjukkan arah selatan. Ini terjadi lantaran kutub utara magnetis sesungguhnya memiliki jarak 800 kilometer. Saat ini, kompas tersebut dipamerkan di Arsip Angkatan Laut Amerika Serikat yang ada di Washington, D.C.
5. Kompassi tangan (hand-held compass)
Kompass tersebut merupakan tipe kompasse magnetik. Alat penunjuk arah magnetik ini bekerja berdasarkan prinsip perataan jarum magnet dengan medan magnetik Bumi.
Pada masa kini, alat penunjuk arah magnetik yang dapat digenggam sedang dilakukan pengujian oleh US Marine Corps Cpl. Travis Bos selama berlatih di Area Pelatihan Pohoalauna, Hawaii.
6. Kompas Zaman Dinasti Han (Kompas dari Dinasti Han)
China adalah salah satu dari beberapa peradaban awal yang menciptakan kompas canggih. Kompas dinasti Han muncul antara abad ke-2 Sebelum Masehi sampai abad ke-2 Masehi. Bentuknya mirip sebuah sendok yang telah diperkuat magnet dengan menggunakan biji tertentu untuk menjalankan fungsinya sebagai arah penunjuk utama.
7. Alat bantu arah (navigational tool) untuk pelaut
Kompas bagi nakhoda kapal pertama kali diciptakan oleh ahli astronomi dan intelektual dari Tiongkok pada kurun waktu 1050 atau sekitar milenium kedua Masehi. Bentuk kompas ini hampir sama dengan yang dimanfaatkan oleh Christopher Columbus saat perjalanan petualangannya (masa ekspedisi) di abad ke-15.
8. Kompas seperti (like compass)
Penjelajah serta nakhoda kapal di masa kini sekitar abad ke-12 hingga ke-13 kerap memakai kompas semacam itu guna membantu navigasinya. Sama halnya dengan masyarakat suku hunter yang ada di Pulau Little Diomede, Alaska; mereka mengandalkan perangkat tersebut saat berpindah melintasi Selat Bering.
9. Pengetahuan navigasi militer (knowledge of military navigation)
Kompass ini adalah versi kontemporer dari kompas magnetik yang disertai dengan lensa pembesaran serta cermin. Alat ini biasanya dipakai bersamaan dengan peta guna menentukan rute yang perlu dilewati saat menjalani latihan pada kursus navigasi darat militer.
10. Kompas gyro (kompass gyroskopik)
Beberapa tipe kompas tidak mengandalkan medan magnet Bumi untuk menyatakanarah. Salah satu contohnya adalah kompas gyro.
Kompas gyroskopik adalah tipe kompas digital yang muncul di permulaan abad ke-20. Alat ini banyak dimanfaatkan pada kapal laut serta pesawat udara.
Cara kerja kompas
gyro
yakni dengan memanfaatkan giroskop yang berputar sesuai dengan poros rotasi bumi untuk menunjukkan arah utara yang sejati.
11. Kompass Matahari (kompas surya)
Tipe kompas ini mengandalkan matahari untuk navigasi. Kompas matahari dapat ditemukan di jam tangan analog biasa.
Menggunakan kompas ini sangat sederhana. Pegang saja jam tangan Anda secara paralel dengan permukaan bumi dan arahkan jarum jam menuju matahari. Kemudian, cari sudut yang tercipta antara jarum jam tersebut dan posisi angka 12 pada jam; hal itu menunjukkan arah utara-selatan.
Pada bagian Bumi yang ada di Selatan, lokasi arah Utara akan lebih mendekati matahari. Sementara itu, pada wilayah Bumi yang berada di Utara, titik Utara akan terletak lebih menjauhi matahari.
12. Kompas ibu jari (thumb compass)
Seperti namanya, tipe kompas ini dipasang di ujung jari pengguna. Ukurannya lebih kecil dan simpel dibandingkan kompas orientasi. Meski demikian, kompas mini ini mampu memberikan informasi arah secara instan.
13. Kompas dengan teknologi semikonduktor (teknologi kompas padat)
Jenis kompas ini cukup terkenal, dan bisa ditemukan pada berbagai alat seperti jam tangan digital, telepon genggam, serta tablet. Kompas dengan teknologi solid-state menggabungkan sensor medan magnet kedalam mikroprosesor untuk memperlihatkan informasi orientasi perangkat tersebut.
14. Sistem Navigasi Kompas GPS (sistem posisi global)
GPS
Merupakan tipe kompas non-magnetis yang sekarang ditemukan dalam setiap perangkat smartphone. Kelebihan dari GPS adalah kemampuannya untuk menunjukkan posisi koordinat serta ketinggian dengan presisi tinggi.
Akan tetapi, fitur kompas berbasis GPS pada perangkat tersebut bisa menyebabkan ponsel cepat habis daya baterai dan membuat GPS menjadi tak dapat diaktifkan kembali sesudahnya. Untuk menggunakannya
GPS
Sangat sederhana. Cukup aktifkan fitur lokasi di ponsel pintar Anda dan itu secara otomatis akan mengaktifkan fungsi kompas GPS.








