
Kereta otonom gerbongnya atau disebut juga sebagai kereta tanpa rel yang berada di IKN sudah dikembalikan kepada pihak China. Kereta ART produksi dari CRRC Qingdao Sifang milik China tersebut dipindahkan ke lokasi IKN mulai pertengahan bulan Agustus tahun 2024.
Pengiriman balik kereta tanpa rel ini disetujui oleh Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital dari Otoritas IKN, yaitu Mohammed Ali Berawi. Menurut Ali, kereta tersebut telah dikirim kembali menuju China pada hari Selasa (29/4).
“Benar kita minta ART untuk dikembalikan ke China. Kemarin sudah dimobilisasi keluar IKN ke Pelabuhan Semayang Balikpapan untuk diangkut menggunakan kapal besar kembali ke China,” ujar Ali kepada Berita Gamer Indonesia, Rabu (30/4).
Ali menyatakan bahwa tindakan Otoritas IKN mengembalikan kereta sesuai dengan kesepakatan ketika kereta itu diantar ke Indonesia. Seperti yang tertera dalam Memorandum of Understanding (MoU), tujuan dari percobaan ini atau Bukti Konsep (PoC) sudah ditentukan bersama.
“Hasil evaluasi dari uji coba PoC menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan teknologi pada sistem ART yang sedang dicoba tersebut. Informasi ini telah kami komunikasikan kepada perusahaan serta kementerian dan instansi terkait lainnya,” lanjut Ali.
Ali menyatakan bahwa seluruh prosedur mengenai penyampaian dan pengembalian fasilitas transportasi itu menjadi tanggung jawab penuh dari perusahaan penyedia layanan.
Sebagai laboratorium hidup dan tempat uji coba teknologi, IKN sudah melaksanakan beberapa buah Proof of Concept (PoC) terkait dengan teknologi tersebut. Biaya untuk mendukung semua kegiatan ini sepenuhnya menjadi tanggungan dari setiap penyedia teknologinya sendiri.






