Berita Gamer Indonesia
– Perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan lainnya, Meta, mengeluarkan API untuk model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang disebut Llama. API ini diluncurkan selama Konferensi Pengembang Kecerdasan Buatan pertama Meta, yaitu LlamaCon, pada hari Selasa tanggal 29 April 2025 di AS.
API (Application Programming Interface) sederhananya merupakan sebuah fitur yang memungkinkan para pengembang aplikasi memanfaatkan teknologi tertentu ke dalam aplikasi buatan mereka.
Dalam hal ini, pengembang dapat memanfaatkan API Llama untuk membangun aplikasi yang dilengkapi dengan model AI tersebut.
“Anda kini bisa menggunakan LLama dengan satu baris kode,” kata Chief Product Officer (CFO) Meta, Chris Cox.
API Llama diluncurkan oleh Meta berkolaborasi dengan Cerebras Systems. Sebagai bagian dari kerjasama ini, Cerebras menyediakan
chip
AI guna memperbaiki model Llama bagi para pembuat.
Melalui kolaborasi ini, API Llama menghadirkan kecepatan inferensi (saat model AI menganalisis dan membuat prediksi dari data) yang bisa mencapai 18 kali lipat lebih tinggi daripada metode konvensional dengan menggunakan GPU.
Sistem Cerebras memungkinkan versi terbaru dari Llama, yaitu Llama 4, untuk mengolah hingga 2.600 token setiap detiknya. Prestasi ini melebihi kecepatan ChatGPT yang hanya bisa menangani 130 token per detik dan jauh melampaui kemampuan DeepSeek dengan kisaran 25 token per detik berdasarkan tes benchmark oleh Artificial Intelligence Analysis.
“Jika Anda membandingkan API dengan API, baik itu Gemini maupun GPT, semua ini adalah model luar biasa yang bekerja di kecepatan CPU atau GPU mendekati 100 token per detik,” ungkap James Wang dari Cerebras sebagai salah satu eksekutif seniornya.
“100 token per detik sudah cukup baik untuk percakapan, namun terlalu lambat untuk proses berpikir. Terlebih lagi bagi para asisten virtual. Sementara itu, banyak pihak yang tengah mencoba meningkatkannya,” jelasnya.
Dengan kecepatan yang begitu cepat, API Llama bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi terbaru, seperti misalnya asisten virtual.
real-time
, sistem audio dengan keterlambatan minimal, penciptaan kode interaktif, serta berbagai hal lainnya hanya dalam hitungan detik.
Perilisan API Llama menandai masuknya Meta ke bisnis komputasi AI karena menjadikan model AI tersebut sebagai produk komersil.
Sejauh ini, Llama sudah dapat diakses sebagai sumber terbuka tanpa biaya dan berhasil didownload sebanyak 1,2 miliar kali. Akan tetapi, perusahaan induk Facebook tersebut belum mengungkap detail tentang tarif untuk API Llama versi berkecepatan tinggi yang baru diluncurkan, seperti dikumpulkan.
KompasTekno
dari
VentureBeat,
Rabu (30/4/2025).
Meta Llama telah diunduh sebanyak 1,2 miliar kali
Pada kesempatan serupa, Meta juga menyatakan bahwa model AI Llama telah diunduh sebanyak 1,2 miliar kali hingga bulan Maret tahun 2025.
Angka ini hampir mendekati dua kali lebih banyak dibandingkan dengan pengumuman yang dilakukan oleh pemilik Facebook pada Desember 2024 lalu, saat itu disebutkan bahwa model AI tersebut telah diunduh sebanyak 650 juta kali.
“Kami memiliki ribuan pengembang yang menyumbangkan puluhan ribu model turunan yang diunduh ratusan ribu kali sebulan,” kata Chris Cox.
Dia pun menambahkan bahwa asisten AI, Meta AI besutan Meta telah mencapai kira-kira satu miliar pengguna, seperti diberitakan oleh
TechCrunch
.








